Ice Breaking Sebagai Penyegaran sebelum Belajar

Friday, March 10, 2017

Ice Breaking Sebagai Penyegaran Sebelum belajar
Dalam satu hari, siswa biasanya mempunyai beberapa mata pelajaran yang harus dipelajari. Di Sekolah saya, ada 4 pembelajaran dalam sehari. Nah, bagi guru yang mendapat jam pertama di kelas, tentu mudah mengajar karena siswa semangat dalam belajar.

Bagi guru yang mendapat giliran masuk jam terakhir biasanya sekitar jam ke 8 atau 9 (Jam 12 siang ke atas), wah tentu saja akan menjadi pelajaran yang membosankan bagi siswa, apalagi kalau pelajaran yang kurang di sukai siswa seperti bahasa inggris dan pelajaran eksakta (matematika, fisika, kimia) he..he..

Siswa pasti bosan dan ngantuk-ngantuk dalam menerima pembelajaran guru yang mendapat giliran jam terakhir.

Guru sejogyanya memberikan sesuatu agar bisa menyegarkan pikiran dan mood siswa sebelum belajar.

Dave Maier (2002:33) mengatakan: "Orang dapat belajar paling baik dalam lingkungan fisik, emosi, dan social yang yang positif, yaitu lingkungan yang tenang sekaligus menggugah semangat. Adanya rasa keutuhan , keamanan, minat dan kegembiraan sangat penting untuk mengoptimalkan pembelajaran manusia"

Ice breaking adalah suatu usaha untuk membuat siswa mendapatkan semangat kembali dalam belajar. Ice Breaking adalah suatu aktivitas kecil dalam suatu acara yang bertujuan agar peserta mengenal peserta lain dan merasa nyaman dengan lingkungan barunya.

Ice Breaking sering dipakai dalam training dengan maksud menghilangkan kebekuan-kebekuan di antara peserta latihan, seehingga mereka saling mengenal, mengerti, dan bisa saling berinteraksi dengan baik antara satu dengan cyang lainnya.

Beberapa contoh ice breaking:

  1. Bagilah siswa dalam 4 kelompok. Kemudian siswa diberikan intruksi yang akan disampaikan guru. Masing-masing siswa diminta untuk berbaris secara berurutan dari nama berabjad A ke Z. Misal siswa yang namanya Abdullah maju ke baris depan, diikuti baidawi, cut, dan seterusnya hingga siswa yang berabjad Z misalnya Zainal. Instruksi kedua, berbaris berdasarkan dari yang usianya paling tua hingga yang paling muda. Instruksi ketiga, Berbaris berdasarkan tempat tinggal yang paling jauh hingga yang paling dekat dengan sekolah dan Instruksi keempat, masing-masing kelompok diminta untuk berbaris berdasarkan yang paling tinggi di depan hingga yang paling pendek di belakang.
  2. Ice Breaking yang kedua yang bisa di terapkan, guru meminta siswa untuk memperagakan apa yang disebutkan guru. Jika guru menyebut elephant, maka mereka menirukan lingkaran kecil, jika guru menyebut ant, maka siswa menirukan lingkaran besar. jika guru menyebut snake, maka siswa menirukan gerakan pendek. Jika guru menyebut worn, maka siswa menirukan gerakan panjang.
Ini adalah beberapa contoh ice breaking yang penulis sering terapkan. Mungkin ada dari teman-teman, bisa di sebutkan di kolom komentar. Terima Kasih ^_^

Daftar Pustaka
Maier, Dove. 2002. Accelerated Learning hand book, diterjemahkan oleh Rahmani Astuti, Bandung : Kaifa

2 komentar:

Usamah Hamzah said...

cocok banget nih supaya murid murid tidak pada stress
nice Info

Jamaluddin Rangkuti said...

ya gan, guru harus kreatif biar anak2 tetap semangat, walau mengajar di akhir jam pulang. thanks kunjungannya gan

Post a Comment