Model Pembelajaran Pengajaran Langsung (Explicit Instruction)

Sunday, December 3, 2017

Langkah-langkah pembelajaran:
1. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan peserta didik
2. Mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan
3. Membimbing pelatihan
4. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik
5. Memberikan kesempatan untuk latihan lanjutan.
  

Model Pembelajaran Demonstration

Friday, December 1, 2017


Langkah-langkah pembelajaran:
  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
  2. Guru menyajikan gambaran sekilas materi yang akan disampaikan
  3. Siapkan bahan atau alat yang diperlukan
  4. Menunjukkan salah seorang peserta didik untuk mendemonstrasikan sesuai
  5. skenario yang telah disiapkan
  6. Seluruh peserta didik memperhatikan demonstrasi dan menganalisis
  7. Tiap peserta didik atau kelompok mengemukakan hasil analisanya dan juga
  8. pengalaman peserta didik didemonstrasikan
  9. Guru membuat kesimpulan  

Instrumen Ujian Praktik Kejuruan SMK Tahun Pelajaran 2017-2018

Monday, November 27, 2017

Pada postingan sebelumnya, saya membagi Kisi-kisi Ujian Teori Kejuruan yang dikeluarkan PSMK, pada postingan kali ini saya akan membagikan tentang Instrumen Ujian Praktik Kejuruan SMK Tahun Pelajaran 2017-2018.

Dengan mengetahui instrumen ujian praktik kejuruan SMK, guru bisa melakukan persiapan yang lebih matang untuk menghadapi ujian kompetensi kejuruan untuk siswa kelas XII.

Langsung saya, silahkan di download instrumen ujian praktik kejuruan tahun pelajaran 2017-2018:

KURIKULUM 2013
  1. Administrasi Perkantoran
  2. Akomodasi Perhotelan
  3. Desain dan Produksi Kria Tekstil 
  4. Desain dan Produksi Kria Kulit 
  5. Desain dan Produksi Kria Keramik
  6. Desain dan Produksi Kria Logam
  7. Desain dan Produksi Kayu
  8. Geologi Pertambangan 
  9. Jasa Boga 
  10. Kimia Industri
  11. Patiseri
  12. Perbankan 
  13. Pemasaran
  14. PPIEPU
  15. Persiapan Grafika 
  16. Tata Kecantikan Rambut 
  17. Tata Kecantikan Kulit 
  18. Teknik Otomasi Industri 
  19. Teknik Pemesinan 
  20. Teknik Pengelasan
  21. Teknik Fabrikasi Logam
  22. Teknik Pengecoran Logam
  23. Teknik Gambar Mesin 
  24. Teknik Pembuatan Benang 
  25. Teknik Pembuatan Kain 
  26. Teknik Penyempurnaan Tekstil 
  27. Teknik Kendaraan Ringan
  28. Teknik Perbaikan Bodi Otomotif 

Kisi-Kisi Soal Profesional dan Soal Pedagogik Seleksi PPG 2017

Saturday, November 25, 2017

Assalamualaikum pembaca blog gurusmk.com

Buat guru-guru yang akan mengikuti Pretest Pendidikan Profesi Guru (PPG) pada tanggal 27 November sampai dengan tanggal 5 Desember 2017, saya akan menshare kisi-kisi soal profesional dan contoh soal-soal pedagogik, silahkan di unduh ya bapak dan ibu guru:


Semoga bapak dan ibu guru lulus seleksi PPG 2017 ^_^

Model Pembelajaran Course Review Horay


Langkah-langkah pembelajaran:
  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
  2. Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi
  3. Memberikan kesempatan peserta didik tanya jawab untuk menguji pemahaman
  4. Peserta didik disuruh membuat kotak 9/16/25 sesuai dengan kebutuhan dan tiap kotak diisi angka sesuai dengan selera masing-masing peserta didik
  5. Guru membaca soal secara acak dan peserta didik menulis jawaban di dalam kotak yang nomornya disebutkan guru dan langsung didiskusikan, kalau benar diisi tanda benar (√) dan kalau salah diisi tanda silang (x)
  6. Peserta didik yang sudah mendapat tanda √ vertical atau horizontal, atau diagonal harus berteriak horay… atau yel-yel lainnya
  7. Nilai peserta didik dihitung dari jawaban benar jumlah horay yang diperoleh
  8. Penutup.  

Model Pembelajaran Group Investigation

Friday, November 24, 2017

Langkah-langkah model pembelajaran Group Investigation adalah:
  1. Guru membagi kelas dalam beberapa kelompk heterogen
  2. Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas kelompok
  3. Guru memanggil ketua-ketua untuk satu materi tugas sehingga satu kelompok
  4. mendapat tugas satu materi/ tugas yang berbeda dari kelompok lain
  5. Masing-masing kelompok membahas materi yang sudah ada secara kooperatif berisi penemuan
  6. Setelah selesai diskusi, lewat juru bicara, ketua menyampaikan hasil pembahasan kelompok
  7. Guru memberikan penjelasan singkat sekaligus memberi kesimpulan
  8. Evaluasi
  9. Penutup.  

Model Pembelajaran Role Playing

Wednesday, November 22, 2017

Langkah-langkah pembelajaran:
  1. Guru menyusun/ menyiapkan skenario yang akan ditampilkan
  2. Menunjuk beberapa peserta didik untuk mempelajari skenario dua hari sebelum kegiatan belajar mengajar
  3. Guru membentuk kelompok peserta didik yang anggotanya 5 orang
  4. Guru Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai
  5. Guru Memanggil para peserta didik yang telah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang sudah dipersiapkan
  6. Masing-masing peserta didik duduk di kelompoknya, masing-masing sambil memperhatikan mengamati skenario yang sedang diperagakan
  7. Setelah selesai dipentaskan, masing-masing peserta didik diberikan kertas sebagai lembar kerja untuk membahas
  8. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya
  9. Guru memberikan kesimpulan secara umum
  10. Evaluasi
  11. Penutup  

Kisi-Kisi Ujian Teori Kejuruan Tahun Ajaran 2017-2018

Tuesday, November 21, 2017

Ujian Nasional khususnya ujian teori kejuruan tidak lama lagi, untuk itu perlu usaha dalam menyiapkan siswa/siswi SMK dalam menghadapi ujian tersebut. Berikut ini adalah kisi-kisi ujian teori kejuruan tahun ajaran 2017-2018. Silahkan di download bapak/ Ibu guru yang mengajar di SMK:
  1. Akuntansi
  2. Akuntansi (Kurikulum 2013)
  3. Desain dan Produksi Kria Logam
  4. Elektronika Pesawat Udara
  5. Geomatika
  6. Geologi Pertambangan
  7. Kimia Analisis
  8. Kimia Industri
  9. Kontrol Mekanik
  10. Nautika Kapal Niaga
  11. Perbankan (Kurikulum 2013)
  12. Persiapan Grafika
  13. Produksi Grafika
  14. Seni Karawitan Sunda (Kurikulum 2013)
  15. Seni Tari Banyumasan
  16. Seni Tari Surakarta
  17. Seni Tari Yogyakarta (Kurikulum 2013)
  18. Seni Karawitan Sunda
  19. Teknik Distribusi Tenaga Listrik
  20. Teknik Fabrikasi Logam (Kurikulum 2013)
  21. Teknik Furniture
  22. Teknik Gambar Bangunan
  23. Teknik Gambar Rancang Bangun Kapal
  24. Teknik Instalasi Pemesinan Kapal
  25. Teknik Jaringan Listrik (Kurikulum 2013)
  26. Teknik Kapal Niaga
  27. Teknik Konstruksi Baja
  28. Teknik Konstruksi Batu dan Beton
  29. Teknik Konstruksi Kapal Baja
  30. Teknik Konstruksi Kayu
  31. Teknik Konstruksi Kapal Kayu
  32. Teknik dan Manajemen Transportasi
  33. Teknik Mekatronika
  34. Teknik Pelayanan Produksi
  35. Teknik Pembuatan Kain
  36. Teknik Pemboran Minyak
  37. Teknik Pemesinan (Kurikulum 2013)
  38. Teknik Pendingin dan Tata Udara
  39. Teknik Pengecoran Logam (Kurikulum 2013)
  40. Teknik Pengecoran Logam
  41. Teknik Pengelasan (Kurikulum 2013)
  42. Teknik Pengolahan Minyak, Gas dan Petrokimia
  43. Teknik Pengelasan Kapal
  44. Teknik Penyempurnaan Tekstil
  45. Teknik Plambing dan Sanitasi
  46. Teknik Plambing dan Sanitasi (Kurikulum 2013)
  47. Teknik Otomasi Industri
  48. Teknik Otomasi Industri (Kurikulum 2013)
  49. Teknik Survei Pemetaan 
Untuk jurusan yang belum ada, akan segera di UPDATE

Baca juga:
Instrumen Ujian Praktik Kejuruan SMK Tahun Pelajaran 2017-2018

Model Pembelajaran Debat

Sunday, November 19, 2017

Model Pembelajaran Debat

Langkah-langkah pembelajaran:

  1. Guru membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yang lainnya kontra
  2. Guru memberikan tugas untuk membaca materi yang akan didebatkan oleh kedua kelompok diatas  
  3. Setelah selesai membaca materi, guru menunjuk salah satu anggotanya kelompok pro untuk berbicara saat itu, ditanggapi atau dibalas oleh kelompok kontra demikian seterusnya sampai sebagian besar peserta didik bisa mengemukakan pendapatnya
  4. Sementara peserta didik menyampaikan gagasannya guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan di papan tulis. Sampai sejumlah ide yang diharapkan guru terpenuhi
  5. Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap
  6. Dari data-data di papan tersebut, guru mengajak peserta didik membuat kesimpulan/ rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai.  

Model Pembelajaran Think Pair Share

Saturday, November 18, 2017


Langkah-langkah pembelajaran:
  1. Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai
  2. Peserta didik diminta untuk berfikir tentang materi/ permasalahan yang disampaikan guru
  3. Peserta didik diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing
  4. Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya
  5. Berawal dari kegiatan tersebut guru mengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum dituangkan para peserta didik
  6. Guru memberi kesimpulan
  7. Penutup  

Jadwal Pretest Calon Peserta PPG Bagi Guru dalam Jabatan Tahun 2018 dan Postest PKB Tahun 2017

Friday, November 17, 2017

Berdasarkan surat edaran, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan akan melaksanakan pretest calon peserta PPG bagi guru dalam jabatan tahun 2018 dan postest PKB tahun 2017. 

Ada beberapa poin penting dalam Surat Edaran tersebut adalah

1. Pretest PPG dalam Jabatan
  • Undangan pendataan calon peserta PPG dalam jabatan telah dilaksanakan pada tanggal 6 sampai dengan 20 November 2017 melalui SIM PKB sebagaimana surat kami nomor 32110/B.B4?GT/2017 tanggal 31 Oktober 2017 perihal pendataan calon peserta penddiikan profesi guru dalam jabatan
  • jadwal pretest PPG dalam jabatan akan dilaksanakan mulai tanggal 27 November sampai dengan 5 Desember 2017 bertempat di tempat uji kompetensi (TUK) yang berlokasi di seluruh propinsi di indonesia
  • informasi jadwal dan lokasi pelaksanaan pretest PPG dapat dilihat mulai tanggal 22 November 2017 dengan menggunakan akun SIM PKB masing-masing peserta
2. Postest PKB
  • Jadwal postest PKB akan dilaksanakan mulai tanggal 1 sampai dengan 15 Desember 2017
  • lokasi pelaksanaan Postest PKB ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Propinsi/Kabupaten/kota, P4TK dan LP3TK-KPTK

Modal Pembelajaran Mencari Pasangan (Make a Match)

Modal Pembelajaran Mencari Pasangan (Make a Match)

Langkah-langkah pembelajaran:
  1. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban 
  2. Setiap peserta didik mendapat satu buah kartu
  3. Setiap peserta didik memikirkan jawaban/ soal dari kartu yang dipegang
  4. Setiap peserta didik mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban)
  5. Setiap peserta didik yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin
  6. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap peserta didik mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya
  7. Demikian seterusnya
  8. Kesimpulan/penutup.  

Budaya Sekolah

Thursday, November 16, 2017

Kebudayaan menurut Koetjaraningkat dalam Kemdikbud (2013) merupakan keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan miliknya melalui belajar. Penyebaran dan perkembangannya berproses seiring dengan perkembangan kehidupan. Stolp dan Smith (1994 ) menyatakan budaya sekolah pun perkembangannya bersamaan dengan sejarah sekolah. Wujudnya dalam bentuk  norma, nilai-nilai, keyakinan, tata upacara, ritual, tradisi, mitos yang dipahami oleh seluruh warga sekolah. Karena  perbedaan tingkat keyakinan, norma, dan nilai-nilai yang diyakini oleh warga sekolah telah menyebabkan sekolah miliki tradisi berbeda-beda.

Data menunjukkan meskipun terdapat beberapa sekolah yang memiliki sumber keungan yang sama besar, namun  penampilan fisik dan prestasinya dapat  beda. Lebih dari itu, bisa terjadi sekolah dalam satu kompleks, didukung dengan  lingkungan masyarakat yang sama, latar belakang pendidikan kepala sekolah dan guru-gurunya sama, namun karena memiliki budaya sekolah yang berbeda, iklim maupun artefak sekolah pun berbeda, maka prestasinya menjadi berbeda. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh  pemahaman dan kepatuhan warga sekolah terhadap norma, nilai-nilai, dan keyakinan yang mereka junjung. Makin kuat keyakinan dan kepatuhan warga terhadap norma dan nilai-nilai semakin tinggi pula keterikatannya pada sekolahnya, semakin besar rasa memiliki sekolahnya, dan makin kuat motif belajarnya.

Homer Dixon dalam kemdikbud (2013) menyatakan bahwa kepala sekolah menghadapi tantangan dalam mengelola masalah yang makin kompleks. Ketidakpastian menyebabkan krisis datang tanpa aba-aba. Daya kendalinya selalu memerlukan dukungan pemikiran yang handal. Gelombang masalah yang datang  selalu berbeda. Karena itu, kepala sekolah harus selalu membaharui idenya secara inovatif untuk mendukung kebijakan dan tindakan yang efektif atau mencapai tujuan.

Tantangan utama kepala sekolah dalam mengembangkan budaya  sekolah adalah membangun suasana sekolah yang kondusif melalui pengembangan komunikasi dan interaksi yang sehat antara kepala sekolah dengan siswa, guru-guru, staf, orang tua siswa, masyarakat, dan pemerintah. Komunikasi dan interaksi yang sehat memilki dua indikator yaitu tingkat keseringan dan kedalaman materi yang dibahas. Di samping itu, kepala sekolah perlu mengembangkan komunikasi multi arah untuk mengintegrasikan seluruh sumber daya secara optimal.

Dalam membangun budaya sekolah, kepala sekolah bertugas mengembangkan kondisi sekolah yang kondusif dan kelas yang kondusif. Kondisi itu memerlukan komunikasi dan interaksi antara kepala sekolah dengan guru, orang tua siswa, staf dan siswa harmonis. Kerja sama yang baik semua pihak diharapkan dapat menunjang pengembangan interaksi yang positif menumbuhkan pola pikir dan pola tindak dalam bentuk terhadap norma, nilai-nilai yang sekolah junjung. Di samping itu, diharapkan pula dengan dukungan sekolah yang kondusif para pemangku kepentingan memiliki keyakinan bahwa sekolahnya dapat mewujudkan prestasi terbaik karena ditunjang dengan motif berprestasi yang tinggi.

Kepala sekolah harus mampu mengelola sumber daya yang sekolah miliki secara efektif dalam menjamin terwujudnya keunggulan pemenuhan standar kompetensi lulusan pada implementasi kurikulum 2013 melalui pembangunan budaya sekolah. 

Kepala sekolah mempunyai  tiga tugas  utama dalam membangun budaya sekolah, yaitu: 
  1. mengembangkan keharmonisan hubungan yang direalisasikan dalam komunikasi, kolaborasi untuk meningkatkan partisipasi; 
  2. mengembangkan keamanan baik secara psikologis, visi, sosial, dan keamanan kultural. Sekolah menjaga agar setiap warga sekolah kerasan dalam komunitasnya; dan 
  3. mengembangkan lingkungan sekolah  yang agamis, lingkungan fisik sekolah yang bersih, indah, dan nyaman, mengembangkan lingkungan sekolah yang kondusif secara akademik. Guru dan siswa memiliki motif berprestasi serta keyakinan yang tinggi untuk mencapai target belajar yang bernilai dengan suasana yang berdisiplin dan kompetitif.

Untuk mendukung pengembangan budaya sekolah, kepala sekolah hendaknya memperhatikan kemampuan diri dalam mengendalikan kepribadian, prilaku, dan sikap kepemimpinan kepala sekolah yang mendukung sehingga semua pihak dapat menjaga harmoni kerja sama yang baik. Keterampilan lain yang diperlukan adalah membangun kreasi dalam memberikan pelayanan agar memenuhi harapan semua pihak. Hal ini merupakan bagian terpenting dalam kepemimpinan (Celtus R  Bulach, 2011).

Tinggi rendahnya semangat kerja sama, kepatuhan terhadap norma atau nilai-nilai yang baik, kebiasaan baik, kayakinan yang tinggi, motif berprestasi guru dan siswa sangat bergantung pada karakter kepemimpinan kepala sekolah. 

Dalam menunjang pengembangan budaya sekolah, Fullan (2001) menyatakan  bahwa kepala sekolah hendaknya menegakkan lima prinsip, yaitu 
  1. selalu berorientasi pada pencapain tujuan dan mengembangkan visi dengan jelas dan kandungannya menjadi milik bersama
  2. menerapkan kepemimpinan partisipatif dengan memperluas peran pendidik dalam pengambilan keputusan
  3. berperan sebagai kepala sekolah yang inovatif dengan meningkatkan keyakinan bahwa pendidik dapat mengembangkan prilaku yang mendukung perubahan
  4. memerankan kepemimpinan yang meyakinkan pendidik sehingga mereka berpersepsi bahwa kepala sekolahnya “benar” menunjang efektivitas mereka bekerja
  5. mengembangkan kerja sama yang baik antar pendidik dalam interaksi formal maupun informal.

Bagi kepala sekolah aspek mana pun kembali ke pemikiran awal yang menyatakan bahwa seluruh unsur kebudayaan berkembang melalui proses belajar. Oleh karena itu, inti dari pengembangan budaya adalah membangun hubungan yang baik, meningkatkan keamanan sekolah secara fisik maupun psikologis, meningkatkan lingkungan yang kondusif. Untuk itu, kepala sekolah dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus belajar karena konteks budaya sekolah terus berubah tanpa henti. 

Relevan dengan kondisi itu, Peter Senge menyatakan bahwa kepala sekolah perlu memerankan diri sebagai teladan yang ditunjukkan dengan indikator, yaitu: 
  1. menjadi personal  yang bersiplin tinggi  dalam memfokuskan energi dalam mewujudkan visi-misi, bersabar, dan memahami  fakta secara objektif
  2. menjadi  mental model dalam mempengaruhi dan memahami keadaan sekitar dan serta dapat merespon dengan tepat
  3. mengembangkan visi-misi bersama sebagai dasar untuk mengembangkan komitmen yang berkembang secara berkelanjutan sehingga kepala sekolah tidak hanya mengembangkan kepatuhan
  4. mengembangkan tim pembelajar yang dialogis, mengembangkan kapasitas tim, mengganti asumsi dengan pemikiran bersama
  5. mengembangkan berpikir sistem yang mengintegrasikan dengan keempat disiplin di atas.

Keberhasilan pengembangan budaya sekolah menjadi penentu keberhasilan meningkatkan lulusan yang bermutu. Karena itu, kepala sekolah penting memperhatikan berbagai prinsip utama, yaitu: 
  1. budaya merupakan norma, nilai, keyakinan, ritual, gagasan, tindakan, dan karya sebagai hasil belajar
  2. perubahan budaya mencakup proses pengembangan norma, nilai, keyakinan, dan tradisi sekolah yang dipahami dan dipatuhi warga sekolah yang dikembangkan melalui komunikasi dan interaksi sehingga mengukuhkan partisipasi
  3. untuk dapat mengubah budaya sekolah memerlukan pemimpin inspiratif dan inovatif dalam mengembangkan perubahan perilaku melalui proses belajar
  4. Efektivitas perubahan budaya sekolah dapat terwujud dengan mengembangkan sekolah sebagai organisasi pembelajar melalui peran kepala sekolah menjadi teladan
  5. mengembangkan budaya sekolah memerlukan ketekunan, keharmonisan, dan perjuangan tiada henti karena budaya di sekitar sekolah selalu berubah ke arah yang tidak selalu sesuai dengan harapan sekolah.

Daftar Pustaka
Kemdikbud. 2013.  Bahan Ajar:  Budaya Sekolah:  BPSDMPK dan PMP. Jakarta.

Model Pembelajaran Mind Mapping

Wednesday, November 15, 2017


Langkah-langkah pembelajaran:
  1. Guru menyampaikankompetensi yang ingin dicapai
  2. Guru mengemukakan konsep/ permasalahan yang akan ditanggapi oleh peserta didik / sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban
  3. Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang
  4. Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
  5. Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
  6. Dari data-data di papan peserta didik diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru.  

Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)

Tuesday, November 14, 2017


Langkah-langkah pembelajaran:
  1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi peserta didik untuk terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih
  2. Guru membantu pesertad didik mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll)
  3. Guru mendorong peserta didik untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah
  4. Guru membantu peserta didik dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya 
  5. Guru membantu peserta didik untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan.  

Model Pembelajaran Artikulasi

Monday, November 13, 2017

Langkah-langkah pembelajaran
  1. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
  2. Guru menyajikan materi sebagaimana biasa
  3. Untuk mengetahui daya serap peserta didik, bentuklah kelompok berpasangan dua orang
  4. Suruhlah seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya
  5. Suruh peserta didik secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Sampai sebagian peserta didik sudah menyampaikan hasil wawancaranya
  6. Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami peserta didik
  7. Kesimpulan/penutup.  

Linieritas Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG)

Thursday, November 9, 2017

Tahun ini, pemerintah mengundang guru yang sudah bergabung dalam SIMPKB untuk mengikuti program studi Pendidikan Profesi Guru (PPG). PPG akan mengantikan PLPG pada tahun 2018. 

Bagi calon peserta PPG yang ingin mendaftar, dapat melihat daftar linieritas program studi yang sudah di release pemerintah, dalam hal ini DIRJEN GTK dengan kualifikasi akademik S1/D-IV.

Silahkan di download 

Panduan Penilaian SMK 2017

Tuesday, November 7, 2017

Panduan Penilaian SMK 2017
Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik mencakup : penilaian kinerja, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, penilaian harian, penilaian tengah semester, penilaian akhir semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian nasional, ujian sekolah berstandar nasional, dan ujian sekolah/madrasah. 

Di SMK, ada beberapa jenis ujian yaitu:
  1. Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil belajar peserta didik untuk setiap Kompetensi Dasar (KD).13
  2. Ujian sekolah/madrasah adalah kegiatan yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu satuan pendidikan.
  3. Ujian nasional adalah kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik.
  4. Ujian Unit Kompetensi adalah penilaian terhadap pencapaian 1 (satu) atau beberapa unit kompetensi yang dapat membentuk satu Skema Sertifikasi Profesi dilaksanakan oleh satuan pendidikan terakreditasi.
  5. Skema Sertifikasi Profesi terdiri atas beberapa Unit Kompetensi merupakan paket kompetensi sebagai persyaratan spesifik yang berkaitan dengan kategori profesi tertentu dilakukan oleh satuan pendidikan terakreditasi bersama DUDI atau LSP-P1.
  6. Ujian Kompetensi Keahlian adalah penilaian terhadap pencapaian kualifikasi jenjang 2 (dua) atau 3 (tiga) pada KKNI dilaksanakan di akhir masa studi yang dilaksanakan oleh LSP atau satuan pendidikan terakreditasi bersama DUDI dengan memperhatikan paspor keterampilan.
Kurikulum 2013 meliputi Kompetensi Inti (KI) yaitu tingkat kemampuan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang harus dimiliki siswa. Kompetensi Inti terdiri atas:
  1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk sikap spiritual;
  2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk sikap sosial;
  3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk pengetahuan; dan
  4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk keterampilan.
Pencapaian setiap KI dijabarkan secara rinci dalam Kompetensi Dasar (KD). Khusus untuk mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) pembelajaran KI-1 dan KI-2 diturunkan secara langsung sesuai dengan KD pada KI-3 dan KI-4. Sedangkan untuk mata pelajaran lain pembelajarannya dilaksanakan secara tidak langsung mengingat hanya ada satu KD yang terdapat pada KI-1 maupun KI-2.  


Untuk lebih jelasnya, silahkan unduh PANDUAN PENILAIAN SMK 2017

Model Pembelajaran Kepala Bernomor Struktur

Langkah-langkah pembelajaran:
  1. Peserta didik dibagi dalam kelompok, setiap peserta didik dalam setiap kelompok mendapat nomor 
  2. Penugasan diberikan kepada setiap peserta didik berdasarkan nomor tugas yang berangkai. Misalnya : peserta didik nomor satu bertugas mencatat soal. Peserta didik nomor dua mengerjakan soal dan peserta didik nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya 
  3. Jika perlu, guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Peserta didik disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa peserta didik bernomor sama dari kelompok lain. Dalam kesempatan ini peserta didik dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka
  4. Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain
  5. Kesimpulan.  

Model Pembelajaran Numbered Heads Together

Monday, November 6, 2017

Langkah-langkah pembelajaran:
  1. Peserta didik dibagi dalam kelompok, setiap peserta didik dalam setiap kelompokmendapat nomor
  2. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya
  3. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/ mengetahui jawabannya
  4. Guru memanggil salah satu nomor peserta didik dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka
  5. Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain
  6. Kesimpulan.  

Model Pembelajaran Cooperative Script

Sunday, November 5, 2017

Model Pembelajaran Cooperative Script adalah model belajar dimana peserta didik bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan, bagian-bagian dari materi yang dipelajari, dengan langkah-langkah:
  1. Guru membagi peserta didik untuk berpasangan
  2. Guru membagikan wacana/materi tiap peserta didik untuk dibaca dan membuat ringkasan
  3. Guru dan peserta didik menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar
  4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya 
  5. Sementara pendengar menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya
  6. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya, Serta melakukan seperti diatas
  7. Kesimpulan peserta didik bersama-sama dengan Guru
  8. Penutup.

Model Pembelajaran Picture dan Picture

Friday, November 3, 2017

Langkah-langkah pembelajaran:

  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
  2. Menyajikan materi sebagai pengantar
  3. Guru menunjukkan/ memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi
  4. Guru menunjuk/ memanggil peserta didik secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis
  5. Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut
  6. Dari alasan/ urutan gambar tersebut, guru memulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai
  7. Kesimpulan/ rangkuman.

Model Pembelajaran Examples dan Non-Examples

Thursday, November 2, 2017

Langkah-langkah pembelajaran:

  1. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran
  2. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP
  3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada peserta didik untuk memperhatikan dan menganalisa gambar
  4. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang peserta didik, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas
  5. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya
  6. Mulai dari komentar/hasil diskusi peserta didik, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai
  7. Kesimpulan.

Pendataan Calon Peserta Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan

Wednesday, November 1, 2017

Pendataan Calon Peserta Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan akan melaksanakan pendataan calon peserta PPG bagi guru dalam jabatan. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru Pasal 66 ayat (1) yang menyatakan bahwa bagi guru dalam jabatan yang diangkat sampai dengan akhir tahun 2015 dan sudah memiliki kualifikasi S-1/D-IV tetapi belum memperoleh sertifikat pendidik dapat memperoleh Sertifikat Pendidik melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG)

Sehubungan dengan hal tersebut, dengan hormat kami mohon saudara menyampaikan kepada guru yang belum memiliki sertifikat pendidik beberapa hal sebagai berikut:

1. Guru calon peserta PPG dalam jabatan adalah guru yang memenuhi persyaratan sesuai peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2017 yaitu guru tetap dan memiliki kualifikasi akademik S-1/D-IV.

2. data calon peserta PPG dalam jabatan diambil dari data DAPODIK per tanggal 31 Juli 2017. Data tersebut dimasukkan ke dalam aplikasi pendataan calon peserta PPG dalam jabatan.

3. Guru melakukan konfirmasi kesediaan sebagai calon peserta PPG dalam jabatan kedalam aplikasi melalui situs http://simpkb.id menggunakan akun individu masing-masing dan mengunggah pindai (scan) ijazah asli S-1/D-IV ke aplikasi pendataan tersebut. Informasi lengkap terkait proses pendataan dapat dibaca dalam situs tersebut.

4. Guru harus menetapkan bidang studi yang akan diikuti dalam PPG. Ketentuan penetapan bidang studi adalah linear dengan kualifikasi akademik  S-1/D-IV yang dimiliki. Daftar lineritas bidang studi PPG dapat dilihat pada situs SIMPKB

5. Jadwal pendataan akan dimulai tanggal 1 November 2017 dan berakhir tanggal 20 November 2017.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan unduh di SINI
Bagi yang ingin mau mendaftar silahkan download TATA KELOLA AJUAN PPG-1

Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter

Thursday, September 7, 2017

Pemerintah telah mengeluarkan peraturan presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.




Nah, ada beberapa poin dari PERPRES No 87 Tahun 2017 yaitu:

1. Penguatan Pendidikan Karakter yang selanjutnya disingkat PPK adalah gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

2. PPK memiliki tujuan: 
  1. membangun dan membekali Peserta Didik sebagai generasi emas Indonesia Tahun 2045 dengan jiwa Pancasila dan pendidikan karakter yang baik guna menghadapi dinamika perubahan di masa depan;
  2. mengembangkan platform pendidikan nasional yang meletakkan pendidikan karakter sebagai jiwa utama dalam penyelenggaraan pendidikan bagi Peserta Didik dengan dukungan pelibatan publik yang dilakukan melalui pendidikan jalur formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan keberagaman budaya Indonesia; dan
  3. merevitalisasi dan memperkuat potensi dan kompetensi pendidik, tenaga kependidikan, Peserta Didik, masyarakat, dan lingkungan keluarga dalam mengimplementasikan PPK.
3. PPK dilaksanakan dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter terutama meiiputi nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatit mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggungiawab.

4. Penyelenggaraan PPK pada Satuan Pendidikan jalur Pendidikan Formal  dilakukan secara terintegrasi dalam kegiatan:
  1. Intrakurikuler adalah kegiatan pembelajaran untuk pemenuhan beban belajar dalam kurikulum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 
  2. Kokurikuler adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan Intrakurikuler. 
  3. Ekstrakurikuler adalah kegiatan pengembangan karakter dalam rangka perluasan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerja sama, dan kemandirian peserta didik secara optimal
5. Penyelenggaraan PPK pada Satuan Pendidikan jalur Pendidikan Formal dilaksanakan selama 6 (enam) atau 5 (lima) hari sekolah dalam 1 (satu) minggu. Penyelengaraan 5 hari atau 6 hari dilakukan berdasarkan hasil mufakat dengan komite sekolah dengan mempertimbangkan 
  1. kecukupan pendidik dan tenaga kependidikan;
  2. ketersediaan sarana dan prasarana;
  3. kearifan lokal;
  4. pendapat tokoh masyarakat dan/atau tokoh agama di luar Komite Sekolah/Madrasah
6. Penyelenggaraan PPK pada Satuan Pendidikan jalur Pendidikan Nonformal dilaksanakan melalui satuan Pendidikan Nonformal berbasis keagamaan dan satuan Pendidikan Nonformal lainnya.Penyelenggaraan PPK pada Satuan Pendidikan jalur Pendidikan Nonformal merupakan penguatan nilai-nilai karakter melalui materi pembelajaran dan metode pembelajaran dalam pemenuhan muatan kurikulum

7. Penyelenggaraan PPK pada Satuan Pendidikan jalur Pendidikan Informal dilakukan melalui penguatan nilai-nilai karakter dalam pendidikan di keluarga danlingkungan dalam bentuk kegiatan belajar secara mandiri

Pedoman Rekrutmen Peserta Keahlian Ganda Angkatan 2 Tahun 2017

Wednesday, August 30, 2017

Keahlian Ganda angkatan kedua akan segera dibuka pendaftarannya pada tanggal 2-30 september 2017Guru yang mengikuti program Keahlian Ganda diutamakan yang mempunyai minat terhadap salah satu kompetensi pada program keahlian tertentu, pada kelompok kemaritiman, pertanian, pariwisata, dan industri kreatif, serta teknologi dan rekayasa dengan kondisi sebagai berikut:
  1. Guru mengampu mata pelajaran adaptif di SMK yang tidak tercantum dalam kurikulum 2013, yaitu guru mata pelajaran IPA, IPS, Kewirausahaan, dan KKPI
  2. Guru mengampu mata pelajaran normatif di SMK yang berlebih yaitu guru Matematika, PPKn, Penjas, dan Seni Budaya;
  3. Guru SMA yang berlebih yaitu PPKn, Biologi, Fisika, Kimia, Geografi, Ekonomi, Antropologi, dan TIK.
  4. Guru produktif SMK lebih yang berlebih (yang kekurangan jam mengajar) sesuai dengan sertifikat yang dimilikinya.
  5. Guru produktif SMK yang paket/program keahlian yang diampunya tidak diselenggarakan lagi di sekolahnya

Persyaratan Peserta
  1. Memiliki NUPTK
  2. Memiliki kualifikasi akademik minimal S-1/D-4
  3. Memiliki sertifikat pendidik
  4. Guru tetap (PNS/Guru Tetap Yayasan), guru bukan PNS disekolah negeri harus memiliki SK Gubernur
  5. Mengajar mata pelajaran :
    a. linier dengan latar belakang pendidikan; atau
    b. mengajar mapel sesuai dengan sertifikat pendidik; atau
    c. mengajar mapel yang tidak linier dengan latar belakang pendidikan minimal 5 tahun
  6. Usia maksimal 45 atau 50 tahun sesuai dengan karakteristik kompetensi keahlian (lihat poin J. Latar Belakang Pendidikan Peserta).
  7. Berbadan sehat: dibuktikan dengan surat keterangan dokter
  8. Memiliki KIS/BPJS/Askes/asuransi kesehatan lainnya
  9. Sanggup dan bersedia tidak mengikuti kegiatan lain selama menjadi peserta Program Keahlian Ganda
  10. Bersedia menandatangani Pakta Integritas baik peserta dan pendamping
  11. Tidak buta warna (untuk kompetensi keahlian tertentu)
Program Kompetensi Keahlian yang dibuka pada Keahlian Ganda Angkatan 2 adalah
  1. Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian
  2. Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut
  3. Agribisnis Perikanan Air Tawar
  4. Agribisnis lkan Hias
  5. Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura
  6. Agribisnis Tanaman Perkebunan Pemuliaan dan Perbenihan Tanaman
  7. Agribisnis Ternak Ruminansia
  8. Agribisnis Ternak Unggas
  9. Kesehatan Hewan
  10. Teknik Energi Terbarukan
  11. Teknik Mesin
  12. Teknik Fabrikasi Logam dan Manufaktur
  13. Geologi Pertambangan
  14. Geomatika
  15. Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan
  16. Konstruksi Gedung, Sanitasi dan Perawatan
  17. Teknik Audio Video
  18. Teknik Elektronika Industri
  19. Teknik Kendaraan Ringan Otomotif
  20. Teknik dan Bisnis Sepeda Motor
  21. Teknik Alat Berat
  22. Teknik HJaringan Akses Telekomunikasi
  23. Desain Grafika
  24. Produksi Grafika
  25. Desain Interior dan Teknik Furnitur
  26. Seni Tari
  27. Sen Karawitan
  28. Tata Boga
  29. Perhotelan
  30. Tata Busana
  31. Tata Kecantikan kulit dan Rambut
  32. Nautika Kapal Niaga
  33. Nautika Kapal Penangkap Ikan
  34. Teknika Kapal Penangkap Ikan
  35. Rekayasa Perangkat Lunak
  36. Alat dan Mesin Pertanian
Untuk lebih jelasnya silahkan di unduh Pedoman Rekrutmen Peserta Keahlian Ganda Angkatan 2 Tahun 2017

Registrasi peserta dilakukan melalui situs http://simpkb.id . Silahkan di unduh Panduan SIMPKB Pendaftaran Peserta Keahlian Ganda Angkatan 2 Tahun 2017

Cara Lihat Jadwal dan Surat Pengantar Pre Test SIM PKB 2017

Tuesday, August 22, 2017

(PESERTA PRETEST 2017)
Diberitahukan bahwasanya jadwal dan lokasi peserta Pretest 2017 sejumlah 2485 PTK dari jenjang SMA, SMK dan SLB sudah kami Publish..
Silahkan kepada Bapak/Ibu Guru, Kepsek dan Pengawas Sekolah agar segera melihat jadwal dan lokasi pelaksanaan pretes melalui Akun SIMPKB masing-masing, kemudian CETAK SURAT PENGANTAR yg hrs d bawa pd saat pretes yg dpt dicetak dlm akun PTK masing2 melalui web simpkb.id
Adapun cara melihat jadwal dan lokasi dan cetak surat pengantar sbb :
1. Login ke web simpkb.id
2. Masukan user(no ukg) dan password (Kode)

3. Pilih / klik LIHAT INFO PRETES

4. Kemudian pilih/klik CETAK SURAT PENGANTAR dan diprint(untuk dibawa pada saat pelaksanaan pretes).

Kemudian Cetak Pengantar

Bagi Bapak/Ibu guru/kepsek/pengawas sekolah yg mungkin lupa atau tidak dapat login silahkan dapat meminta reset akun kepada ketua komunitas masing2.

Demikian informasi ini disampaikan. Untuk diperhatikan.
Semoga Bermanfaat ^_^